Saturday , 20 December 2014
News Flash
Home » Kriminal » Paket Sabu Dikirim Lewat Jasa Travel Pontianak

Paket Sabu Dikirim Lewat Jasa Travel Pontianak

Satuan Narkoba Polresta Pontianak menggagalkan pengiriman narkoba antarwilayah dengan menggunakan jasa travel. Sedikitnya delapan gram sabu berikut dua tersangka dibekuk di depan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kalimantan Barat.

Penangkapan terhadap dua tersangka berinisial Mc dan Am ini terjadi pada Jumat (12/4) sekitar pukul 17.00. Keduanya dibekuk setelah polisi mendapat informasi adanya pengiriman narkoba ke luar kota melalui jasa travel. Setelah mendapatkaninformasitersebut, SatuanNarkoba Polresta Pontianak menindaklanjuti dengan penyelidikan. Hasilnya, dua tersangka berhasil diamankan di depan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kalimantan Barat saat menunggu taksi yang akan membawa barang haram itu ke kota tujuan.

“Awalnya kami mendapat informasi bahwa ada seseorang yang akan mengirimkan narkoba melalui taksi ke luar kota. Tapi sebelum taksi itu datang ke tempat yang dijanjikan, kita sudah melakukan penangkapan,” ungkap Kepala Satuan Narkoba Polresta Pontianak AKP Dani Catra Nugraha, kemarin.

paket sabu dikirim lewat jasa travel pontianak

Dilanjutkan Dani, awalnya petugas berhasil mengamankan Mc yang saat itu membawa sebuah kotak yang kemudian diyakini berisi barang terlarang. Setelah dilakukan penggeledahan, kotak warna Coklat itu ternyata berisi jeruk yang kemudian dibawahnya terdapat satu paket serbuk kristal yang dicurigai narkoba. “Dilihat dari bentuknya, narkoba jenis sabu karena bentuknya serbuk kristal,” kata Dani.

Dari penangkapan Mc, polisi akhirnya melakukan pengembangan. Am, salah satu nama yang terucap dari mulut Mc pun kemudian diburu polisi. Tanpa membutuhkan waktu yang relatif lama, Am yang saat itu menunggu di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi penangkapan Mc pun berhasil dibekuk.

“Dari pengembangan itu, kita juga amankan Am yang berada tak jauh dari lokasi. Kemudian kita lakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa tersangka serta helmet milik tersangka ditemukan dua setengah butir ekstasi. Keduanya diamankan berikut barang bukti di Mapolresta Pontianak untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Diungkapkan Dani, barang bukti berupa sabu tersebut diperkirakan seberat 8-9 gram. “Perkiraan kita, beratnya 8-9 gram. Karena sampai sekarang masih belum dilakukan uji laboratorium,” jelasnya. Menurut Dani, modus pengiriman narkoba dengan memanfaatkan jasa travel ini bukan pertama kali diungkap. Sebelumnya, dirinya juga melakukan pengungkapan kasus serupa.

“Modus ini sudah lama. Namun demikian, ini menjadi bukti salah satu jaringan antarkota atau antarwilayah. Para pelaku biasanya menggunakan travel atau taksi untuk mengirim narkoba ke luar Pontianak. Biasanya juga pelaku menyelipkan barang lain seperti jeruk atau jenis makanan lainnya untuk mengelabui atau menyamarkan,” katanya.

Sementara itu Am yang bekerja di salah satu PJTKI di kawasan Siantan ini mengaku baru pertama kali mendapatkan pesanan sabu dari seseorang. Menurut Am, dirinya mendapatkan pesanan dari seorang pengusaha karaoke di daerah hulu. Dari pesanan barang haram itu dirinya mendapatkan upah sejumlah uang dan bonus dua setengah butir ekstasi. “Ini pertama kali saya mendapatkan pesanan,” akunya.

Lain halnya dengan Mc. Dirinya mengaku tidak mengetahui isi paket yang diberikan Am kepadanya. Menurutnya ia diminta untuk menyerahkan barang tersebut ke sebuah taksi di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak itu. “Saya tidak tahu isi barang itu. Saya hanya diminta untuk menunggu dan menyerahkan ke taksi itu,” katanya.

Sebelumnya, Jajaran Polresta Pontianak melakukan penggerebekan di salah satu rumah di kawasan Kampung Luar Pontianak Timur. Dari penggerebekan tersebut, polisi gagal mengamankan pelaku. Kendati demikian, pihaknya berhasil mengamankan sedikitnya 17 paket sabu dan 13 butir ekstasi yang disimpan di kolong lantai rumah.

Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta mengungkapkan pengiriman barang menggunakan jasa travel menjadi sangat rawan. Untuk itu diharapkan bagi pemilik travel untuk selalu waspada dan mengetahui secara pasti apa isi paket yang akan dititipkan tersebut.

“Pengiriman narkoba dengan menggunakan jasa travel ini menjadi sangat rawan. Kami imbau agar pemilik travel mengecek kembali paket-paket atau bingkisan yang akan dititipkan itu. Terlebih, jika ada paket yang hanya bertuliskan nomor handphone saja wajib untuk dicurigai,” katanya. (arf)

 

 

sumber : Pontianak Post Senin 16 April 2013 Halaman 9

Leave a Reply

Designed By Projasaweb